Jumat, 16 April 2010

Mengenal siklus tidur bayi 0-3 bulan

Pada bulan-bulan pertama bayi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Pada usia 0-3 bulan bayi menghabiskan waktu sekitar 16-17 jam sehari, walaupun pada sebagian bayi waktunya bisa lebih sedikit atau lebih lama. Rentang waktu tidur paling rendah adalah 10 jam hingga yang paling tinggi mencapai 21 jam sehari. Kebanyakan bayi menghabiskan waktu tidur terlamanya pada malam hari. Kira-kira mulai usia empat bulan pola tidur bayi bergerak lebih dekat ke pola tidur orang dewasa.

Beberapa ahli memberi beberapa kategori yang bisa membantu kita untuk mengenali jenis tidur bayi, yaitu :
a. tidur nyenyak : bayi biasanya berbaring dengan mata tertutup, bernafas teratur dan tidak membuat suara/ocehan serta tidak terganggu dengan respon dari luar, misalnya gerakan atau suara berisik. Bayi yang tidur nyeyak, biasanya akan tidur lebih lama. Sebagian besar bayi lebih mudah tidur nyenyak pada malam hari, terutama dalam keadaan kenyang dan lelah.
b. tidur biasa : dalam fase ini bayi sangat sedikit bergerak, bernafas serak dan disertai sedikit desah. Dalam tidur ini bayi akan tidur cukup lama, namun biasanya bangun untuk mengoceh.
c. tidur terganggu : waktu tidur ini lebih pendek karena disertai menangis lalu tidur lagi. Mata bayi dalam keadaan tertutup, tapi masih berkedip-kedip disertai nafas yang tidak teratur dan beberapa gerakan tangan dan kaki yang tidak teratur serta beberapa suara desahan. Para ibu sebaiknya masih berada di samping bayi dan tidak melepaskan puting susu, kalaupun si bayi sudah melepas puting susu usahakan tidak segera meninggalkan tempat tidur karena bayi akan mudah terbangun karena gerakan dan suara.
d. mengantuk : mata bayi tertutup sebagian namun masih berkedip-kedip dan tampak berkaca-kaca, biasanya disertai ocehan dan gerakan menggeliat seperti mencari putting susu. Pada sebagian bayi ada yang lebih suka dibaringkan di kasur ditemani sang ibu ketika mengantuk sambil menyusu, namuan ada pula yang lebih cepat tertidur jika diayun-ayun dalam gendongan dalam keadaan mengantuk. Ibu yang responsif ketika bayi mengantuk akan membantu bayi tidur lebih cepat sehingga tidak perlu menangis keras atau rewel.
Mencapai kualitas tidur lelap akan sangat membantu bagi perkembangan bayi. Bayi yang memiliki kualitas tidur yang baik memiliki berat badan yang lebih berat dan lebih jarang sakit dibandingkan bayi yang tidur dengan gelisah. Kualitas tidur yang baik ditandai dengan sedikitnya bayi terbangun dan menangis keras serta gelisah, terutama di malam hari. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan ibu untuk membantu bayi mencapai kualitas tidur yang baik :
1. kenali tanda-tanda jika si kecil mengantuk, segera tidurkan dan jangan sampai si kecil menangis karena hal ini akan membuatnya makin susah terpejam dengan lelap
2. jauhkan mainan dari box/tempat tidur si kecil agar ia tidak tertarik untuk kembali bermain
3. kenali cara ternyaman bagi si kecil untuk tidur, apakah sambil diayun kecil, sambil berbaring dan menyusui atau digendong. Tiap anak memiliki kebiasaan yang berbeda-beda
4. pastikan ruangan nyaman untuk tidur, bebas dari nyamuk, tidak terlalu panas atau dingin bagi si kecil
5. bisikkan doa tidur dan belai lembut badannya. Pastikan anda masih di sisinya sampai bayi terlelap, bangun tiba-tiba dari sampingnya akan membuat bayi mudah terbangun.
6. segera susui jika di sela waktu tidur si kecil menunjukkan tanda-tanda ingin menyusui, misalnya menggerak-gerakkan mulutnya, lebih banyak bergerak, atau mengeluarkan desah. Terlambat memberikan ASI disela tidur akan membuat bayi menangis keras
7. segera ganti popoknya jika basah dan kotor
8. amati dan catat waktu-waktu tidurnya sebagai referensi pada hari-hari selanjutnya agar lebih mudah menidurkan si kecil.
Jika si kecil tidur lelap, bunda bisa melakukan aktivitas lain dengan lebih tenang...